
Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia Dan Australia Disahkan
Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia hubungan pertahanan Indonesia dan Australia terus berkembang melalui berbagai perjanjian strategis dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, kedua negara menandatangani Defence Cooperation Agreement (DCA) pada 29 Agustus 2024. Kemudian, pada 6 Februari 2026, Indonesia dan Australia menandatangani Treaty on Common Security atau Jakarta Treaty. Karena itu, perkembangan terbaru menunjukkan perluasan kerja sama pertahanan menuju kerangka keamanan bilateral yang lebih luas.
Defence Cooperation Agreement menjadi salah satu dasar penting dalam hubungan pertahanan Indonesia dan Australia. Perjanjian tersebut di tandatangani Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Prabowo Subianto di Magelang. Selanjutnya, DCA dirancang untuk meningkatkan kerja sama praktis serta interoperabilitas antara kedua angkatan bersenjata. Kerja sama tersebut mencakup keamanan maritim, kontraterorisme, bantuan kemanusiaan, dan penanggulangan bencana.
Selain itu, DCA mencakup dukungan logistik, pendidikan, pelatihan, serta kerja sama industri pertahanan. Kedua negara juga dapat meningkatkan kegiatan dan latihan bersama melalui kerangka perjanjian tersebut. Bahkan, personel militer kedua negara dapat melakukan pertukaran untuk kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Dengan demikian, DCA memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan kemampuan pertahanan bersama.
Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia namun, proses pemberlakuan DCA membutuhkan penyelesaian prosedur domestik masing-masing negara. Australia menyelesaikan proses domestiknya setelah rekomendasi Joint Standing Committee on Treaties pada Oktober 2025. Selanjutnya, Australia menyampaikan pemberitahuan bahwa proses domestiknya telah selesai kepada Indonesia. DCA akan berlaku setelah Indonesia menyelesaikan seluruh persyaratan domestiknya.
Jakarta Treaty Perluas Kerangka Keamanan Bilateral
Jakarta Treaty Perluas Kerangka Keamanan Bilateral sementara itu, perkembangan terbaru terjadi melalui Treaty on Common Security yang di sepakati Indonesia dan Australia. Perjanjian tersebut di tandatangani oleh Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2026. Jakarta Treaty di bangun berdasarkan hubungan keamanan sebelumnya, termasuk Lombok Treaty dan DCA. Karena itu, perjanjian tersebut memperluas kerangka kerja sama keamanan kedua negara.
Melalui Jakarta Treaty, kedua negara berkomitmen melakukan konsultasi rutin pada tingkat pemimpin dan menteri. Konsultasi tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan yang memengaruhi kepentingan keamanan bersama. Selain itu, kedua pihak sepakat berkonsultasi ketika menghadapi tantangan terhadap kepentingan keamanan bersama. Selanjutnya, langkah bersama dapat di pertimbangkan sesuai proses dan kebijakan masing-masing negara.
Di sisi lain, perjanjian tersebut tidak menggantikan kerja sama pertahanan yang sudah berjalan sebelumnya. Sebaliknya, Jakarta Treaty menjadi perluasan dari hubungan keamanan yang telah di bangun selama bertahun-tahun. Pemerintah Australia menyebut perjanjian tersebut sebagai penguatan hubungan keamanan bilateral. Sementara itu, Indonesia dan Australia tetap menjalankan berbagai bentuk kerja sama pertahanan dan latihan bersama.
Fokus Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia Pada Keamanan Indo-Pasifik Dan Latihan Militer
Fokus Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia Pada Keamanan Indo-Pasifik Dan Latihan Militer kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia juga mencakup kepentingan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara secara rutin menjalankan latihan militer dan kegiatan pertahanan dalam berbagai bidang. Menurut pemerintah Australia, kedua negara melaksanakan sekitar 20 latihan setiap tahun. Selain itu, kerja sama mencakup pendidikan, keamanan maritim, bantuan kemanusiaan, dan misi perdamaian.
Kemudian, rencana kerja sama 2025–2029 turut mendorong pemberlakuan DCA secara efektif. Dokumen tersebut juga mendorong penyusunan pengaturan pelaksanaan untuk mendukung implementasi perjanjian. Selanjutnya, kedua negara berencana memperkuat pelatihan pertahanan serta peningkatan kapasitas personel militer. Kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan peran perempuan dalam bidang pertahanan dan militer.
Pada 2026, Australia dan Indonesia juga mengumumkan sejumlah inisiatif pertahanan baru. Inisiatif tersebut mencakup pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama di Indonesia. Selain itu, Australia menawarkan posisi bagi perwira senior Indonesia dalam struktur Angkatan Pertahanan Australia. Kedua negara juga memperluas pertukaran pendidikan militer melalui Junior Leaders’ Forum.
Dengan demikian, hubungan pertahanan Indonesia dan Australia berkembang melalui beberapa kerangka perjanjian yang saling melengkapi. DCA berfokus pada peningkatan kerja sama pertahanan praktis dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata. Sementara itu, Jakarta Treaty memberikan kerangka konsultasi yang lebih luas terkait kepentingan keamanan bersama. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama bilateral terus di perluas dalam konteks keamanan kawasan Indo-Pasifik Perjanjian Pertahanan Terbaru Indonesia.